Selasa, 25 November 2025

Recount Text

Plant Tree


Many people may have seen children or teenagers wearing white or red robes during Mass, but not everyone fully understands their role. They are known as altar servers or misdinar—boys and girls who assist the priest during the celebration of the Eucharist. Their role is very important because their presence ensures that the liturgy runs in an orderly, reverent, and proper manner according to the Church’s traditions. The term misdinar itself comes from the Dutch word misdienaar, which means “mass helper.” Besides technical duties such as carrying candles, preparing liturgical items, or receiving the offerings from the congregation, an altar server is also expected to be a model of reverence, prayerfulness, and a willing heart. From my experience at St. Melania Parish, being an altar server is not just about liturgical movements, but also about learning to care for others and the environment, working together, and being responsible.


I have been an altar server at St. Melania Parish for about a year, and during that time, I have gained many valuable experiences. The altar server community here is very friendly and welcoming; there is no difference between new members and those who have been serving for a long time. This sense of family makes me happy to be part of this ministry. One of the most memorable activities for me was the tree-planting event on November 9, held specifically for the altar servers. The event took place in Sapan Gedebage, on land owned by Father Jumi, and aimed to instill environmental awareness amid increasing ecological damage. We departed together from the parish around eight in the morning and arrived two hours later. Upon arrival, we were divided into several groups to plant tree seedlings and participate in station-to-station games. My group planted first; each member planted one seedling, resulting in a total of seven trees. Even though the seedlings were small, we hoped they would one day grow tall and be beneficial. After planting, we continued with three game stations that required teamwork and attentiveness. I mistakenly searched in the wrong place during the first station, which reduced my playing time and made my results less than optimal, but I still enjoyed the entire activity. After finishing all activities, we had lunch together and enjoyed refreshing grape pudding afterward.





This event became one of the most meaningful experiences during my time as an altar server. It strengthened our sense of togetherness and taught me the importance of cooperation and caring for the environment. I am proud to be part of the altar server community at St. Melania Parish, and I hope to continue participating in positive activities that contribute to both nature and others.






Kamis, 20 November 2025

Vocati ad Ministerium


Vocati ad Ministerium

 

   

 Pada tahun ini sekolah saya mengadakan smw atau juga di sebut saint mary's way. saint mary's way adalah kegiatan pelayanan yang di laksanakan di gereja maupun lingkungan sesama. saya memilih menjadi anggota misdinar pada smw kali ini.saaya menjalankan tugas ini bersama teman saya yaitu doni karena kita satu paroki,paroki santa melania bandung.saya menjalankan tugas ini selama kurang lebih 3 minggu di setiap minggunya.

    Misdinar adalah orang yang membantu imam dalam perayaan ekaristi dengan mengantar persembahan, menuangkan air dan anggur, serta membantu dalam berbagai kegiatan gereja. Tugas misdinar bertujuan untuk memperkuat iman dan menjadi teladan bagi umat. Ada beberapa persyaratan untuk menjadi misdinar seperti beragama Katolik, telah menerima Komuni Pertama, dan mengetahui prosedur ibadah

       Selama SMW, saya bertugas bersama teman saya, Doni. Kami satu paroki, yaitu Paroki Santa Melania Bandung, jadi kami sudah cukup akrab. Rasanya lebih menyenangkan karena bertugas dengan orang yang sudah dikenal. Tugas kami berlangsung sekitar tiga minggu, dan setiap minggunya kami dapat giliran untuk melayani. Walaupun cuma tiga minggu, pengalaman yang saya dapatkan terasa sangat berarti. Saya benar-benar berusaha menjalankan tugas dengan baik karena saya tahu ini bukan hanya sekadar kegiatan sekolah, tapi juga bentuk pelayanan   Waktu pertama kali bertugas, saya senang sekali. Bisa melayani bareng teman-teman membuat saya lebih berani dan nyaman. Kami menyiapkan perlengkapan misa, belajar tata gerak, dan mengikuti arahan dari pembina. Yang paling membuat saya bangga adalah ketika saya dapat kesempatan bertugas tiga minggu berturut-turut. Tidak semua siswa bisa dapat kesempatan itu, jadi saya benar-benar menghargainya. Selain itu, saya juga jadi lebih paham tentang berbagai peralatan misa dan apa saja yang harus dilakukan selama misa berlangsung.
          
           Yang paling saya ingat, selama menjadi misdinar saya belajar banyak tentang kerendahan hati dari teladan Bunda Maria. Saya belajar kalau melayani itu bukan soal ingin terlihat hebat, tapi tentang mau menolong dan mendahulukan orang lain. Dengan melayani di altar, saya merasa hati saya jadi lebih tenang dan damai. Kadang saya merasa seperti ada penyertaan Roh Kudus selama saya bertugas. Dari situ saya mulai paham bahwa hal-hal kecil dalam pelayanan pun punya makna besar.

         Pengalaman paling berkesan adalah saat saya bertugas pada tanggal 28. Hari itu, umat yang datang sangat banyak, jauh lebih ramai dari biasanya. Bukannya capek, saya justru makin semangat karena bisa membantu lebih banyak orang. Suasananya juga terasa lebih hidup dan penuh rasa syukur. Saya bahagia karena bisa ikut membuat misa berjalan lancar dan membantu umat beribadah dengan baik. Hari itu benar-benar jadi salah satu momen terbaik selama SMW.

         Secara keseluruhan, jadi misdinar dalam kegiatan SMW tahun ini memberikan pengalaman yang sangat berharga untuk saya. Bukan hanya belajar soal tata cara misa, tapi juga belajar tentang sikap, tanggung jawab, dan ketulusan. Saya merasa diri saya berkembang, baik dalam hal pelayanan maupun kedekatan saya dengan Tuhan. Terima kasih untuk sekolah, para pembina, romo, dan semua teman yang sudah mendukung. Itulah pengalaman saya selama menjadi misdinar. Terima kasih!

See : 

Momen paling membekas bagi saya adalah saat bertugas pada 28 September, ketika umat yang datang ke gereja cukup banyak sehingga suasananya terasa lebih hidup dan membuat saya senang. Pada hari itu saya bertugas membunyikan lonceng dan gong, dan meskipun sederhana, tugas tersebut memberi saya pengalaman berharga serta rasa bangga karena dapat ikut berperan dalam jalannya ibadah.

Judge : 

Ketaatan : dengan misdinar saya lebih bisa taat pada Tuhan dan meluangkan waktu untuknya
Kerendahan hati : Dengan menjadi misdinar saya menjadi rendah hati karena menempatkan orang lain diatas diri sendiri saat menjalani tugas sebagai misdinar

menurut saya allah hadir dari senyuman orang orang yang mengikuti misa pada hari itu karna saya senang meihat senyum senyuman orang menurut saya itu roh kudus yang hadir pada seyuman orang orang di gereja itu juga menurut saya allah hadir saat konsekruasi karna disitu hosti di angkat dan piala yang di angkat yang berisi anggur disitu allah hadir karna saat itu terjadi saya merasa lebih tenang dan di jaga oleh allah

Lukas 14:11 "Sebab barang siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan"

Act : 

saya belajar dari smw ini adalah untuk menjadi orang yang lebih sabar lagi dan bisa meluangkan waktu untuk tuhan dan sesama kerena saya orangnya suka marah marah dan susah untuk meluangkan waktu jadi dalam smw ini saya mulai belajar dari kesalahan diri saya sendiri.saya ingin bisa membantu teman teman saya yang kesulitan dan bisa lebih sabar kepada teman atau orang tua saya , saya juga mau lebih sering berlatih di gereja berlatih misdinar


           

Selasa, 11 November 2025

Persiapan Ulangan

 heloo brotherr


                      Menjelang ulangan, hal pertama yang penting banget adalah nyiapin waktu belajar. Kadang kita suka nunda-nunda sampai akhirnya belajar kilat malam sebelum ulangan. Padahal, kalau mulai dari jauh-jauh hari, otak kita jadi lebih siap nyerap materi. Nggak perlu belajar lama setiap hari, yang penting rutin dan fokus biar nggak numpuk di akhir.

                        Ulangan inf kali ini akan di laksanakan pada tanggal 13 november 2025. Ulangan yang di laksanakan yaitu materi tentang konversi bilangan. Menurut saya materi kali ini lumatyan sulit karena hitung hitungan.Saya akan belajar sungguh sungguh untuk materi ini karna saya tidak mau nilai saya remedial pada ulangan ini.

                            Saya akan mulai belajar pada malam hari ini dengan giat.Strategi yang saya buat untuk belajar adalah belajar terlebih dahulu selama 10 atau 15 menit setelah itu saya akan beristirahat selama 5 menit untuk merefres otak saya.saya juga akan meminta bantuan AI untuk membuatkan saya soal.Saya akan mengerjakan soal itu dengan metode yang saya buat.

                        Yang terakhir, jangan lupa jaga kondisi tubuh. Tidur cukup, makan yang sehat, dan jangan terlalu stres mikirin hasil. Ulangan itu penting, tapi kesehatan juga nggak kalah penting. Kalau badan dan pikiran fit, hasilnya pasti lebih maksimal. Jadi, siapin diri sebaik mungkin, dan percaya kalau usaha nggak akan mengkhianati hasil.



                                                     



                          

Gerbang Logika

 Gerbang Logika Apa itu gerbang logika? Gerbang logika adalah  komponen elektronik yang digunakan untuk mengontrol arus listrik dalam rangka...